Ibu

Dari Sebuah Perjalanan #2


Lagi ini cerita perjalanan ke Kota, kali ini ketika saya harus mengisi acara penulisan di Museum Mandiri…

Sama seperti biasanya, saya lebih suka menitipkan sepeda motor di parkiran Masjid Al-Azhar, untuk kemudian naik busway. Selain ngirit tenaga, hiburan juga buat orang kampung kayak saya yang tiap hari cuma di kebon. Sebulan sekali naik busway di hari Minggu…

Pertama jelas saya masih menyimpan keinginan, bahwa pada suatu saat saya harus bisa mewujudkannya. Sepedaan di sepanjang Jalan Sudirman – Thamrin, lalu duduk-duduk di sekitaran Bundaran HI. Menikmati car free day… Teringat teman saya, sudah berkali-kali dia datang ke rumah untuk ngajak ngegowes bareng. Tapi selalu saja tertolak karena ada saja yang masih dikerjakan meski hari Minggu.

Sedih sih…
Kadang saya merasa tidak adil. Kadang karena kewajiban dan tanggung jawab saya sebagai ketua salah satu komunitas di Jakarta. Dua pekan sekali saya harus memenuhi kewajiban saya untuk berdiskusi. Sudah pasti, dalam sebulan dua hari Minggu sudah tidak bisa dipakai untuk yang lain. Kalau dua hari Minggu lainnya? Bisa jadi saya dijadwal kegiatan yang sama tapi di tempat lain… Sama juga, tetap pergi dari rumah.

Kasihan teman-teman yang mau main ke rumah. Saya selalu tidak ada… Kasihan juga saya yang nyaris kehilangan kesempatan juga untuk mengunjungi mereka… Terus terang, saya orang yang sulit menolak permintaan untuk berbagi soal ini. Hanya sebuah kebisaan kecil dan sederhana saja sebenarnya. Menulis… itupun saya bukan ahlinya. Hanya sekadar bisa, lalu dianggap bisa.

Orang menganggap ini menjadi penghasilan yang besar buat saya. Karena mau bekerja di hari libur. Dan saya lakukan hampir setiap minggu. Saya senyum saja… mengamini. Padahal sih, semua itu gratisan! Percaya atau tidak. Teman saya terperangah ketika saya katakan itu, “Hah, gratisan?” Raut mukanya heran bukan kepalang. Dia pikir saya melakukan ini semua dengan karena ada bayaran yang menggiurkan sehingga sampai-sampai hari libur digunakan untuk memberikan pelatihan menulis.

“Semuanya gratis, Bro…”
“Gaji lu gede sih ya, jadi nggak butuh duit lagi…” katanya sambil ngakak.
Hadeuh… sadis banget tuduhannya! Berapa sih gaji seorang editor di majalah kecil seperti yang sekarang saya jalani? Sekali lewat juga habis. Sudahlah, ada yang tidak bisa saya jelaskan mengapa saya melakukan ini semua. Tapi suatu saat pasti kita akan gegowesan bareng sepanjang Sudirman – Thamrin, Bro!

Kedua, ketika melawati Glodok. Saya teringat pernah mengantarkan saudara sepupu untuk mencari mata gerinda beberapa tahun silam. Dari Cileduk saya naik motor. Masuk dari toko ke toko. Entah apa yang dicari. Mungkin yang paling murah. Hampir setengah hari saya mengantarkan beli mata gerinda untuk sebuah mesin potong yang dimilikinya di kampung.

Ada yang membersit di hati saya mengingat itu…
Di mana anak itu ketika saya sendirian? Ketika ibu saya sakit bahkan sampai meninggal? Bahkan sampai sekarang hampir setengah tahun, tak juga datang untuk sekadar menengok kuburnya. Menurut kabar, dia tinggal dan bekerja tak jauh dari tempat tinggal saya. Satu kota, beda kecamatan saja… Tak sampai satu jam perjalanan. Nomor telepon saya tidak berubah dari yang dicatatnya saat dia pertama kali datang ke rumah, tinggal di rumah untuk beberapa saat dan entah berapa kali datang setelahnya…

Sedih ya…
Itulah sebabnya, saya melakukan hal yang pertama tanpa pernah berpikir bayarannya. Saya alirkan saja semuanya. Biarlah benih itu tumbuh tanpa saya tahu nanti buahnya seperti apa. Dan kapan saya bisa memetiknya, atau bahkan saya sama sekali tidak bakal memetiknya. Tidak apa-apa. Saya tidak mau kecewa karena terlalu berharap balasannya…

Setidaknya (kalau itu disebut kebaikan, amal, atau apalah) saya berprasangka baik kepada Tuhan, mungkin itu yang menjadi penutup aib saya yang banyaknya bukan main. Semoga… Walaupun belum tentu juga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s