Sudut Pandang

[Bahasa] Pamong


Karena kakek saya salah satu perangkat desa, saya akrab dengan balai desa. Seolah ruangan aula itu tempat bermain saya yang anak-anak lain seusia tak memilikinya. Saya bisa berlarian, menghampiri para pamong, atau memainkan gamelan di bagian kanan aula dengan sepukul-pukulnya. Membuat gaduh, hingga banyak telunjuk berdiri di depan bibir yang mengatup dari orang-orang berseragam itu dan mengeluarkan desis. Sssttt…

Kakek saya dan beberapa rekan kerjanya, tampak betul memahami makna pamong dalam pekerjaan dan amanah yang disandangnya. Ada tulisan besar di tempat kerja mereka, sepi ing pamrih, rame ing gawe. Sebuah tulisan yang berjasa dalam masa belajar membaca saya. Dulu saya sering ditanggap, ditest atau diuji, apakah bisa membaca tulisan itu. Tentu saja terbata-bata karena saya masih TK. Rupanya, makna tulisan itu luar bisa. Sebuah petuah, penuh nilai, dan kaya etos yang memompa. Bekerjalah tanpa pamrih. Begitu intinya…

Beberapa kali saya harus mengantar istri ke Jatinangor, Sumedang, mengambil harta benda yang tertinggal di kost-nya semasa kuliah di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Tak jauh dari STPDN –Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri—yang kemudian berubah menjadi IPDN –Institut Pemerintahan Dalam Negeri—. Saya sempat pula shalat jumat di masjid kampus calon para pamong praja itu. Seingat saya, khutbahnya bagus, dari seorang mubaligh yang cukup punya nama di Bandung dan sekitarnya. Dan seperti lazimnya khatib, maka wasiatnya pun ittaqulaha haqqotu qotihi, bertakwalah dengan sebenar-benarnya takwa. Pastilah sangat paham makna ini, intinya Allah ada dimana-mana mengawasi segala tindak tanduk umat-Nya dengan ukuran yang sudah ditetapkan.

Nah, kalau nasihatnya sudah bagus, sangat menyentuh, kampusnya sudah mentereng, megah melebihi kampus-kampus tetangganya. Di sebelahnya ada IKOPIN – Institut Koperasi Indonesia–, Universitas Padjadjaran, juga Univeritas Winayamukti. Kenapa produk yang tampak terasa menyeramkan, ceritanya penuh darah, beritanya penuh kekerasan, bahkan hingga hilang nyawa beberapa teman seperjuangan. Berkalang nyawa, hilang cita-cita, meninggalkan luka dalam bagi keluarga. Apanya yang salah…

Mungkin beda persepsi salah satunya, tidak sama penyampaian definisi pamong itu sendiri. Saya terusik membuka Tesaurus Bahasa Indonesia-nya Eko Endarmoko. Pamong bermakna patron, pelindung, pengasuh, pengayom, pengurus, dan protektor. Sama sekali tidak ada muatan kekerasan dalam semua kata yang sepadan dengan pamong itu. Lebih pada keteladanan, patron. Kepada kasih sayang, mengasuh, mengasihi, melindungi, mengayomi dan mengurusi. Saya tidak yakin, kemampuan memahami bahasa para mahasiswa yang terlibat kekerasan itu tidak baik. Bukankah ujian memasuki STPDN atau IPDN selalu ada materi bahasa Indonesia?

Kalau memahami bahasa Indonesia yang sederhana saja tidak tuntas. Mereka yang menjadi pamong bagi adik kelasnya tak paham makna kata yang disandangnya. Saya jadi ragu, apakah mereka kelak mampu memahami makna sepi ing pamrih, rame ing gawe yang bahasa Jawa. Dan mungkin sekali ada kata bertuah bermakna serupa di tempat lainnya. Bekerja tanpa pamrih, mengabdi bagi negara yang telah membiayai sekolahnya.

Hari gini, kerja tanpa pamrih… halah, meneketehe! Bukanya sangat terang benderang, kasus-kasus yang dilakukan oknum Polisi Pamong Praja yang galaknya melebihi penjajah Belanda. Namun, diam-diam pentungannya dimasukan sarung manakala ada salam tempel yang bisa membuatnya senyum. Sungguh memprihatinkan, karena bisa jadi yang menjadi Polisi Pamong Praja pun tak tahu makna apa yang sandangnya. Jadi ingin bertanya, iseng saja. Nantilah kalau ketemu mereka… moga-moga tidak dijawab dengan pentungan!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s